Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Kamisan

Kamisan #10 S3 : Percakapan

Yara mulai bosan dan pergi dari rumah Tere saat sore tiba. Ia menaruh kunci dalam tasnya dan berjalan-jalan di sekitar pertokoan. Mulanya ia ingin duduk saja menghadap ke barat dan menikmati senja. Tapi ia teringat rencana Nana tentang olahraga di bukit dan sepatu warna yang ia inginkan. Maka Yara berbelok ke toko sepatu dan menemukan sepatu yang akan ia belikan untuk Nana. Saat ia menunduk memilih sepatu ia melihat dua kaki di ruangan sebelah. Ruang itu tertutup di bagian atas namun ia bisa melihat kaki-kaki keduanya. Ia mendekat dan menguping pembicaraan mereka. “Bisakah kau tidak meninggalkan aku?” “Aku tidak tahu.” “Tapi kau harus mengatakan sesuatu.” “Berhentilah mengikutiku.” Yara mendelik kaget. Ia buru-buru berpindah tempat saat dua pasang kaki itu bergerak keluar. Dengan sikap kepura-puraan, Yara mengelus-elus sepatu yang akan ia beli. Tapi yang keluar dari tempat itu ternyata adalah Han. Lelaki yang selama ini ada dalam hatinya. Yara berteriak dan tidak pe...

Kamisan #9 S3: Perempuan dan boneka kecilnya

Yara pergi dari rumah. Ia pamit hanya kepada Nana bahwa ia akan segera pulang ketika urusannya selesai. Bahkan saat Ibu meneleponnya dan meminta penjelasan, gadis itu hanya berkata, aku ingin mengunjungi teman di kota K. Ia mengatakan  ejaan K hanya sebagai percobaannya untuk mengelabui sang Ibu. Ia benar-benar menemui Tere di kota itu. Lalu berencana mengajak temannya berlibur ke mana saja. Tapi temannya yang manis itu sangat sibuk sekali dan jarang pulang. Hanya ada anak perempuan kecil di rumah itu dan Yara harus bersikap baik selama menginap di rumah temannya. “Ahh.” Ungkapan itu terdengar lagi belakangan ini dari mulut Yara. Sejak beberapa kejadian di penginapan, ia memang suka sekali mengeluh dan bersedih. Tapi karena sudah terlanjur ada di kota K, mau tak mau ia menginap di rumah temannya dan menyapa anak perempuan kecil yang asyik menonton televisi. “Hai. Siapa namamu? Aku Yara, teman tantemu. Kau sendiri saja di sini?” “Kakak bicara padaku?” “Ya.” “Aku Sisil...

Kamisan #8 S3 : Jangan Lakukan itu, Yara!

Membicarakan tampilan dinding dalam foto-foto yang dibawa Maria, mengingatkan gadis penginapan pada Han. Selalu saja seperti itu. Maria sangat ramah, meskipun ia tiba di penginapan dalam rangka liburan dan persinggahan sementara.    Yara ingin sekali menyuruh Nana membujuk Ibu agar membuat dinding di ruang utama seperti itu. “Ini sangat keren, Nana. Ayolah kita pasti bisa membuat beberapa bagian dinding seperti ini. Ah televisi lama seperti ini darimana kita mendapatkannya ya.” Yara menunjuki Nana foto itu dan ia tersenyum-senyum. Maria muncul di pintu saat Yara berkata demikian. “Itu   tidak mudah, Yara. Dan aku pikir Ibumu tidak akan menyetujuinya. Itu hanya ada dalam pertunjukan kami di gedung kota.” Maria, yang terkenal sebagai artis ibukota, duduk di salah satu kursi, tersenyum-senyum menatap raut wajah Yara. Sementara Nana kembali ke dapur dan mengambil apa yang diminta oleh Maria. “Apa salahnya aku juga membuatnya, Maria?” Tanya Yara. ...

Kamisan #7 S#3 : Perempuan Poster

Aku tidak tahu kenapa belakangan ini mimpi aneh selalu datang dan membuatku terus saja memikirkannya. Aku suka melamun dan dimarahi ibu jika tidak sigap melayani tamu kami di penginapan. Kulakukan apa yang ibu perintahkan, bahkan aku sengaja tidak mengambil hari libur yang biasanya kupakai untuk bersenang-senang dengan teman-temanku. Nana sudah beberapa kali mengejutkan aku dari lamunan dan mengatakan aku pasti tengah memikirkan Han. Aku tidak membantah ucapannya itu, namun   juga tidak membenarkannya. Apa yang muncul dalam kepalaku adalah gabungan dari keresahan dan kerinduanku pada hal-hal di luar rutinitas sehari-hari. Entah kenapa aku ingin sekali menulis sebuah surat, surat yang akan kukirimkan juga entah pada siapa. Hatiku saat itu kacau dan aku duduk di bangku taman, kolam kecil di depan mataku tampak berkabut dan aku membuka halaman dari buku yang kupegang. *** “Tulislah sebuah surat untukku.” Aku mendengar suara itu. Dalam pikiranku aku melihatn...

Kamisan #6 S3: Ingatan dan Penginapan

Antari berhenti, menyadari untuk yang kesekian kalinya, Han mengabaikan pelukannya dan membicarakan hal-hal di luar mereka berdua. Mungkin dengan sedikit tak acuh, Han bisa berpikir tentang dirinya. Tapi itu sesuatu yang sia-sia yang Antari lakukan kepada Han. Han mengatakan bahwa ia sangat lelah dan ingin istirahat saja di dalam kamar. Antari bisa melakukan apapun asal tidak menganggu ibu ataupun tidak mengatakan hal-hal yang tidak benar kepada tetangga. Perkataan yang sama dengan yang Antari dengar sebelum Han datang ke rumah besar itu. Han menutup pintu dan menguncinya. Mengeluarkan flashdisk dari saku jaket dan menyalakan komputer. Layar muncul dan ia melihat wajah-wajah menggemaskan dari pemilik penginapan yang beberapa hari lalu ia rekam. Han merasa penginapan itu menjerat sebelah kakinya dan membuat ia terus-terusan mengingat Yara. “Kamu tahu kalau suaraku juga indah? Jangan direkam. Seseorang bisa saja jatuh cinta pada suara, loh.” Yara terkikik saat mendapati H...

Kamisan #5 S3 : Batu Akik~ RASA BATU

Pada masa kedatangan Han ke rumah keluarga besarnya, Antari duduk di teras. Menyaksikan sekelompok lelaki  yang mengitari meja, tengah membicarakan batu-batuan yang dibawa dari pantai oleh Antari sendiri. Sementara itu ada Mulio, adik lelaki Han yang menyodorkan batu akik dari kotak keramatnya yang usang. Antari baru tiba di Kota itu setelah menempuh lima jam perjalanan dari pesisir laut. Ia turun dari bis dan menyewa tukang ojek yang cukup membuatnya kesal sebab terus-terusan memandang wajahnya. Antari juga memastikan bahwa Han akan datang ketika ia sudah ada di rumah keluarga besar lelaki yang ia cintai. “Han dalam perjalanan. Dia bilang kau bisa melakukan apa saja asal tidak membicarakan apapun kepada para tetangga.” Mulio bicara seperti itu, setelah menelpon Han. Mama Han urung melanjutkan rajutannya. Ia resah sebab kedatangan tamu seorang perempuan, tetapi meskipun begitu, Mama terus-terusan tersenyum dan mengajak Antari bicara. “Kau membawa keberuntungan,...